Sayedah Fatimah istri setia amirul mukminin Bagian 1

” jika Ali tidak di ciptakan maka tidak ada pasangan yang sepadan dengan fatimah “ [ Rasulullah saww : Kanz al-haqaiq hal 124 ]


Pernikahan di langit  

 Kesempurnaan kesempurnaan yang ada pada sayedah fatimah , keturunan rasulullah saw dan kemuliaan keluarga , semuanya menjadi penyebab sehingga banyak sahabat nabi saw yang berusaha melamarnya . Namun mereka semua beroleh jawaban negatif dan nabi saw ternyata memang tidak menikahkan putrinya itu dengan salah seorang pun di antara mereka Dan yang penting di perhatikan di sini adalah bahwa rasulullah saw selalu mengulang jawaban yang sama  ” urusan fatimah di serahkan kepada tuhannya “

Abdurrahman bin auf mencoba melamar sayedah fatimah dia adalah laki laki dengan semua sifat dan tanda kejahilan yang melekat padanya . Dia menawarkan mahar yang sangat tinggi berusaha menunjukkan kehormatan wanita dan kedudukan laki laki. Dalam sebuah riwayat annas bin malik mengatakan bahwa abdurrahman bin auf usman bin affab datang menemui nabi saw abdurrahman lantas berkata kepada nabi saw ” wahai rasulullah nikah kan aku dengan fatimah putrimu  aku akan memberikan mas kawin 10.000 dinar ” 

Usman bin affan berkata ” aku juga akan memberikan mas kawin sebesar itu dan aku lebih dahulu masuk islam ketimbang abdurrahman ”

Nabi marah mendengar kata kata kedua sahabatnya itu , nabi saw kemudian mengambil segenggam batu krikil dan menunjukkan nya kepada abdurrahman bin auf seraya bersabda ” apakah anda hendak menakut nakuti saya dengan harta anda ? ” batu krikil itu berubah menjadi permata nilai satu permata saja lebih besar ketimbang apa yang di miliki oleh abdurrahman bin auf [ tadzkirah al-khawash hal 306 fatimah al-zahra bahjatu wa Qalbu al-mushtafa ]

Ya, teladan islami harus di terapkan dalam pernikahan fatimah sehingga masyarakat islam menerima nilai nilai dan tolok ukur islam yang mulia serta menyingkirkan tradisi buruk masa jahiliyah.

Tiba tiba tersebarlah berita ke seluruh pelosok bahwa Rasulullah saw tidak akan menikahkan putrinya kecuali dengan Ali bin abi thalib , imam ali bin abi thalib adalah pemuda sederhana yang tidak memiliki harta kekayaan apapun , beliau memang tidak memiliki kelebihan kelebihan dalam kacamata jahiliyah, namun beliau adalah manusia dengan ke imanan dan nilai nilai ke islaman yang telah memenuhi dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki .

Manakala orang orang telah berhasil membuktikan kebenaran berita tersebut , mereka pun tahu bahwa wahyu langit telah memerintahkan rasulullah saw untuk  melangsungkan pernikahan yang penuh berkah ini Rasulullah saw bersabda ” malaikat datang kepadaku seraya berkata ” wahai muhammad sesungguhnya allah menitipkan salam kepadamu dan berfirman :

Sesungguhnya aku menikahkan Fatimah putrimu dengan Ali bin abi thalib di langit  maka nikahkan lah dia dengannya di bumi [ Dzakhair al-uqba hal 31 ]

Amirul mukminin menemui rasulullah dengan malu malu amiruk mukminin bersimpuh di hadapan rasulullah dan tak mampu berbicara lantaran keagungan dan wibawa sang pembawa Risalah saw kemudian Rasulullah saw bertanya ” apa yang membawamu datang kemari ? Apakah engkau memiliki keperluan ” 

Amiruk mukminin terdiam, nabi saw bersabda ” barangkali engkau datang untuk meminang fatimah ? ” imam ali berkata ” Benar ” 

Rasulullah saw bersabda ” Wahai Ali orang orang telah mendahuluimu meminang fatimah dariku setiap kali aku sampaikan pada putriku tidak nampak persetujuan dari nya oleh karena itu biarlah aku berbicara dengannya tentang mu ”

Benar pernikahan ini telah dilangsungkan di langit dan harus di sempurnakan di bumi hanya saja penghormatan  terhadap kebebasan wanita dalam memilih suami dan kemuliaan sayedah fatimah , menjadikan rasulullah saw harus bermusyawarah dengan putrinya dalam masalah ini 

Setelah itu , nabi saw pergu menjumpai fatimah seraya berkata kepadanya ” sesungguhnya Ali bin abi thalib adalah orang yang telah di kenal keluarga dan keutamaannya dalam islam , aku memohon kepada tuhanku untuk menikahkan mu dengan makhluk Nya yang paling baik dan yang paling di cintai Nya ( itu ) bagai mana pendapatmu wahai fatimah ?”

Kemudian sayedah fatimah terdiam dan rasulullah saw keluar dari kamarnya seraya berkata ” Allahu akbar ! Diamnya fatimah adalah persetujuan darinya “

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s